FRISIAN FLAG BUKA KANTOR CABANG DI JAYAPURA

JAYAPURA. Perkembangan ekonomi di Indonesia Timur mendorong PT Frisian Flag Indonesia menggenjot bisnis di kawasan itu. Hal ini dilakukan dengan memperbanyak mendirikan kantor cabang di Papua. Frisian Flag menjual semua lini produknya mulai susu bubuk dan susu cair Bendera, susu cair Yes!, dan susu kental manis Omella.

Cees Roygrok, Presiden Direktur Frisian Flag mengatakan Indonesia Timur merupakan pasar penting bagi perusahaan. "Kami melihat hal ini dari pertumbuhan ekonomi di Indonesia Timur yang dibarengi dengan daya beli masyarakat, potensi bisnis yang terus berkembang dalam beberapa tahun terakhir," ujar Cees dalam acara peresmian kantor cabang Frisian Flag di Jayapura, akhir pekan ini. Pembukaan kantor cabang di Jayapura ini sekaligus menjadi kantor cabang ke-20 bagi Frisian Flag.

Hendro Haryogi Poedjono, Direktur Penjualan Frisian Flag menambahkan, potensi Papua dapat dilihat dari banyaknya sumber daya alam berupa tambang emas dan hutan yang terdapat di sana. Namun di sisi lain, kekayaan ini tak diimbangi dengan kemajuan kesejahteraan penduduknya. Untuk bisa sejahtera, penduduk membutuhkan nutrisi lebih. "Untuk itu kami ingin menyokong nutrisi masyarakat Papua dengan meningkatkan penjualan di sini," ujar Hendro.

Sebelum ada kantor cabang, penjualan Frisian Flag dilakukan melalui dua distributor. Dengan didirikannya kantor cabang, Frisian Flag akan menjual susu melalui enam distributor. Susu yang tadinya hanya dipasarkan di Jayapura, nantinya juga bisa ditemukan di Nabire, Timika, Sorong, Wamena, dan Manokwari.

Dengan perluasan jalur distribusi ini, Frisian Flag berharap penjualan Papua bisa meningkat menjadi Rp 10 miliar per bulan di sisa akhir tahun. Jumlah ini tumbuh empat kali lipat dari penjualan selama ini yang sebesar Rp 2,5 miliar per bulan. Lalu tahun 2011, Frisian Flag menargetkan penjualan Papua bisa mencapai Rp 150 miliar.

Sumber : http://industri.kontan.co.id/v2/read/industri/49210/Frisian-Flag-tingkatkan-ekspansi-di-Indonesia-Timur
Read more »

Pembawa Acara Jelek

Siapa pun bisa jadi Pembawa Acara kalau dia mau, tapi tentu saja tidak semua bisa menjadi Pembawa Acara bagus. Pembawa Acara bagus adalah perpaduan jam terbang, pengalaman, skill, latihan, dan arts (seni). Yang 3 di depan bisa diajari tetapi arts, jujur ini nggak bisa diajari orang lain, hanya yang bersangkutan yang perlu menggali diri supaya bisa menemukan  seni menjadi Pembawa Acara. Arts jugalah yang membedakan Pembawa Acara yang luar biasa dengan Pembawa Acara yang sekadar bagus, biasa saja atau Pembawa Acara JelekPembawa Acara bagus artinya secara profesional mampu menjalankan tugasnya sebagai Pembawa Acara yang baik. Beberapa tugas dan tujuan Pembawa Acara adalah  menghidupkan suasana, memastikan acara berlangsung dengan mulus dari awal hingga akhir, membuat orang menikmati acara tidak bosan dengan jalannya acara yang monoton.


Setiap program atau event memiliki ciri sendiri-sendiri dan inilah yang membuat cara membawakan acara berbeda-beda. Cara memandu program acara di tv misalnya, tentu beda dengan acara off air. Acara di tv juga masih dibedakan lagi oleh jenis-jenisnya. Memandu kuis beda dengan talkshow, beda dengan musik, beda dengan infotainmen, beda dengan berita. Berita sendiri masih dibagi lagi ke dalam beberapa jenis seperti berita hard news, feature, olahraga (sports). Perbedaannya mungkin hanya sedikit karena sebetulnya prinsip dasarnya hampir sama. Pembawa Acara yang bagus tahu dengan pasti bagaimana dia harus men-direct program di tangannya. Misalnya, Pembawa Acara kuis. Mustinya Pembawa Acara kuis paham bahwa pada umumnya dan seharusnya sebuah kuis itu fun, unsur keriaannya tinggi. Jadi ketika dia memandu kuis, hayat yang dikandung badan adalah happy, ceria, santai, lucu-lucuan, meriah. Nggak boleh serius? Nggak juga kadang-kadang ada momen tertentu bisa serius. Tapi  tidak sepanjang acara dibawa serius mikir dan jadi berat acaranya karena sekali lagi kuis itu fun! So kalo Anda mau sukses memandu kuis ya harus FUN!
Tanya diri Anda apakah termasuk orang yang ekstrovert atau tidak? Pada dasarnya merupakan pribadi yang serius atau sebaliknya, jaim atau nggak, seneng guyon nggak? Kalau jawabannya IYA, tanya lagi ke diri Anda, bisa nggak Anda keluar dari box yang sekarang dan  merubah  semua itu, menjadi orang dengan karakter berbeda. Jika aslinya Anda orang yang serius, jaim, nggak ngocol, kaku, introvert, untuk menjadi Pembawa Acara kuis ya harus beda, kalau nggak jangan jadi Pembawa Acara kuis karena kasian deh penontonnya. Acaranya fun, rame, pesertanya heboh tapi Anda Super Cool kayak kulkas! Akhirnya yang nonton geregetan melihat Anda ajaib  tenangnya sementara orang mengharapkan tontonan ceria, menghibur, suka-suka dan  rame. Anda salah membawa diri, acaranya jadi garing ring ring.

Kalau sudah begini Anda adalah Pembawa Acara Jelek! Anda salah tempat salah pilih program yang tidak cocok dengan pribadi Anda dan kesalahan lebih besar Anda nggak bisa keluar melawan diri sendiri memaksa diri menjadi lebih baik serta menjawab tantangan. Tapi sabar, biasanya ini bukan kesalahan Anda sendiri. Yang lebih jelek lagi ya orang yang memilih Anda menjadi Pembawa Acara. Dia nggak tahu dan tidaik paham bahwa memilih Pembawa Acara bukan seperti memilih baju, coba dulu ah kalau nggak bagus ntar kan bisa dituker. Mereka juga biasanya tidak punya pedoman seperti apa sich memilih Pembawa Acara yang sesuai dengan program acara tertentu demikian juga sebaliknya. Akhirnya yang jadi korban ya Anda, kasian Anda memandu program yang sama sekali tidak match dengan karakter Anda, tetapi lebih kasian lagi ya yang nontonlah.
Read more »

Pemakaian Kata Pembawa Acara



Pembawa Acara adalah kata bahasa Indonesia yang digunakan bagi seseorang yang profesinya memandu program acara di tv. Lalu apakah selalu kata Pembawa Acara tepat digunakan untuk setiap jenis program yang ada?
Di Indonesia diantara kata-kata host, anchor, broadcaster, announcer maka kata yang paling sering digunakan dan dimengerti secara lebih luas untuk menyebut Pembawa Acara tv adalah presenter. Oleh sebab itu muncul istilah presenter infotainment, presenter olahraga (sport), presenter berita, presenter talkshow,  presenter kuis bahkan presenter reality show.
Di Amerika dan Inggirs selain presenter, ada beberapa istilah lain untuk penyebutan Pembawa Acara diantaranya adalah anchor,  host, commentator, broadcaster, newscaster, announcer.
Pembaca berita dan atau reporter sering disebut dengan istilah anchor dan beberapa istilah lain perkembangan kata anchor antara lain newsanchor, anchormen, anchorwomen, anchor persons. Sedangkan untuk program sport juga dikenal istilah sports commentator. Nah untuk acara sejenis talkshow maka biasanya Pembawa Acara nya akan dipanggil dengan sebutan host. Penyebutan Pembawa Acara kuis atau game show juga bisa disebut host, quiz master atau game show master.
Dari sisi tingkat kesulitan, Pembawa Acara Kuis atau quiz master/game show master/host dianggap memiliki tingkat kesulitan relatif lebih tinggi dibanding presenter lain. Tantangan yang cukup dirasa merepotkan oleh kebanyakan orang  karena untuk menjadi seorang Pembawa Acara kuis yang handal bukan hanya membutuhkan wawasan luas, kecerdasan intelektual semata. Ada pula beberapa hal lain yang sangat diperlukan, salah satunya adalah kejelian dalam memainkan irama acara yang dipandu sebagai Pembawa Acara. Terdapat momen-momen ketika acara dibuat santai dan ringan tapi ada  timing tertentu pula dimana seorang Pembawa Acara membangun tension atau ketegangan. Nah mengelola dinamika sedemikian rupa inilah bukan hal  mudah dan  belum tentu mampu  dipelajari sembarang orang. Perlu punya feel karena  sifatnya tidaklah teknis melainkan arts. Peraturan dan pedoman serta hal-hal yang berkaitan dengan teknis membawakan acara pastinya bukanlah perkara sulit untuk dipelajari orang, tetapi lain persoalannya bila sudah menyangkut masalah artistik dan feeling. Bagaimana membuat atmosfer jadi meriah tegang serius santai lalu menggabungkan unsur-unsur  keriaan dengan irama, dinamika, ketegangan, memancing  emosi peserta maupun penonton, sungguh satu kecakapan tersendiri.
Oke kembali pada istilah Pembawa Acara yang sering salah pemakaianya. Dari sekian banyak terminologi Pembawa Acara yang ada, memang untuk mengartikan dengan sejelas mungin agak sulit, terutama  kata-kata bahasa Inggris. Oleh karenanya jika ingin terdengar keren namun nggak jadi tertawaan orang, ya pakailah kata presenter ketimbang istilah-istilah yang lainnya seperti host, newscaster, anchor, broadcaster. Sekalipun sebetulnya pemakaian kata Pembawa Acara sudah  cukup memadai, walaupun tidak selalu juga tepat.
Ada satu kata lagi yang dekat sekali dengan presenter, Pembawa Acara yaitu MC. Tapi pemakaian juga jangan  rancu dan salah tempat antara kapan boleh pakai kata presenter kapan bisa pakai MC (Master of Ceremony). Umumnya MC dipakai untuk event off air seperti Wedding sehingga sebutan yang tepat bagi Pembawa Acara pernikahan adalah MC Wedding atau MC Pernikahan dan bukannya presenter wedding. Sekali lagi sekalipun tidak ada patokan khusus tentang pemakaian paling tepat bagi  kedua kata tersebut ada beberapa kata yang jika dipadankan dengan MC menjadi terdengar aneh karena pemakaiannya terasa kurang pas dan kita bisa  merasakan kekurang tepatannya. Mau contoh? Untuk program tv jika Anda sebut presenter berita dengan sebutan MC berita saya jamin orang yang mendengarkan tidak akan langsung paham apa yang Anda maksud karena dia harus mencerna dulu artinya. Atau MC kuis, MC olahraga, MC bola?  (Maksudnya presenter kuis, presenter olahraga, presenter bola). Janggal kan?
Untuk memudahkan penggunaan yang tepat pakailah perasaan Anda dalam menimbangnya.  Tetapi ada satu pedoman yang memudahkan dalam perbedaan pemakaiannya antara kata Presenter dan MC.  Presenter digunakan dalam kaitannya sebagai Pembawa Acara untuk  program yang ditayangkan di televisi. Sedangkan MC dipakai untuk Pembawa Acara atau pemandu acara yang tidak ditayangkan di televisi atau istilahnya off air.
So, bila eventnya adalah resepsi pernikahan atau Wedding (bukan program tv)  maka sebutan bagi si  Pembawa Acara ya  MC pernikahan atau cukup MC saja, jangan gunakan presenter pernikahan apalagi digabungkan dengan MC sehingga menjadi MC Presenter pernikahan, wah rusak Mas! Sebaliknya jika acaranya tayangan  di tv jangan sebut MC berita ataupun Pembawa Acara berita karena cukup aneh terdengarnya  dan rasanya kurang pas, so sebut saja presenter berita. Untuk program kuis di tv sebutan Pembawa Acara kuis atau presenter kuis bolehlah. Tapi jika Anda menyebut saya dengan Master Quiz  jika kita ketemu, saya akan jauh lebih happy karena itu artinya kemungkinan besar Anda baca tulisan saya ini. Disamping itu penyebutan tersebut berarti  Anda menghargai  saya sebagai individu dengan level lebih tinggi ketimbang presenter (untuk urusan kuis). Lagipula prestasi 5 kali Panasonic Award kategori kuis cukup pantas donk dipanggil dengan sebutan Master Kuis.
Setelah membaca tulisan  saya mudah-mudahan Anda mendapat masukan  berguna bagi pemilihan dan penggunaan kata Pembawa Acara dan padanan kata yang lainnya.  Yang penting jangan abaikan feeling dan rasa bahasa Anda untuk penggunaan kata yang pas sehingga Anda terdengar lebih cerdas dan intelek.
Read more »